|
Sebuah "jejak", yang berbekas, berupa catatan perjalanan saya menyusuri sebuah karunia besar bernama: Ilmu.
|
|
Written by Tito Prabowo
|
|
Tuesday, 27 July 2010 22:05 |
|
„Source code instead of dress code“, kalimat ini saya dapatkan dari sebuah iklan job oleh salah satu perusahaan IT ternama Jerman di sebuah majalah akademis. Ya, di Jerman pekerjaan sebagai Programmer merupakan pekerjaan yang tidak memperdulikan penampilan. Mereka bebas berekspresi. Setelan celana pendek, t-shirt dan sandal jepit bukan masalah selama kode-kode yang mereka tulis (source code) dapat berfungsi seperti yang diharapkan.
|
|
Last Updated on Friday, 30 July 2010 22:48 |
|
Read more...
|
|
|
Written by Tito Prabowo
|
|
Saturday, 08 May 2010 10:52 |
|
"Learning a new language, gives us more perspectives (paradigms) to see and understand something, that perspective make us wiser, gives us another many resources in that language ->this improves our intelligence. On the other side it also gives us many new friends, and most of them are open-minded, friendly and ready to understand us and be our friend. It means getting in contact with a new culture and social reality."
|
|
Last Updated on Sunday, 30 May 2010 02:45 |
|
Read more...
|
|
Written by Tito Prabowo
|
|
Thursday, 21 September 2006 23:46 |
|
Siang itu matahari tidak terlalu terik, tapi cukup untuk membuat saya bersembunyi dibalik dinding menara Willy-Brand-Platz sambil menunggu tram yang datang. Lalu kedua mata saya tertarik untuk mengamati gerak seorang dua orang kakek tua yang menyebrang jalan tepat dihadapan saya. Mungkin mereka terburu-buru sehingga tidak menyebrang pada tempat yang sudah ditentukan.
|
|
Last Updated on Sunday, 24 January 2010 05:55 |
|
Read more...
|
|
Written by Tito Prabowo
|
|
Saturday, 06 August 2005 21:08 |
|
Hari ini saya baru saja mengambil schein, yaitu sertifikat bahasa yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa TU Darmstadt. Selembar kertas buram diberikan kepada saya sebagai bukti bahwa saya telah lulus dalam mengikuti kursus „Reading and Speaking“. Dengan kertas itu saya bisa mendapat credit point untuk bisa menulis Bachelor Thesis. Bicara soal kertas buram, saya jadi ingat seorang sahabat yang dulu penah menunjukan ijasah Dipl. Ing.-nya kepada saya. Ijasah yang setara dengan Master of Science itu tertulis biasa di atas sebuah kertas yang juga buram!
|
|
Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 00:26 |
|
Read more...
|
|
Written by Tito Prabowo
|
|
Friday, 10 June 2005 20:35 |
|

Ba’da sholat jum’at di konsulat RI Frankfurt am Main, saya, Mas Tegas dan Ust. Syams* sama - sama menuju U-Bahn Haltestelle (Stasiun kereta Bawah Tanah) Bockenheimer Warte. Di persimpangan kami bersalaman untuk berpisah, karena saya akan kembali ke Darmstadt. Ust. Syams menawarkan untuk untuk makan siang di rumahnya. Tanpa pikir panjang saya terima tawarannya, sebab tidak pernah ada kesia–siaan jika waktu yang saya miliki, saya habiskan dengan beliau, walaupun hanya sekedar ngobrol biasa.
|
|
Last Updated on Sunday, 24 January 2010 06:37 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|