Bahasa Baru, Dunia Baru! PDF Print E-mail
Written by Tito Prabowo   
Saturday, 08 May 2010 10:52

Kamus"Learning a new language, gives us more perspectives (paradigms) to see and understand something, that perspective make us wiser, gives us another many resources in that language ->this improves our intelligence. On the other side it also gives us many new friends, and most of them are open-minded, friendly and ready to understand us and be our friend. It means getting in contact with a new culture and social reality."


Ya, mempelajari bahasa lain selain bahasa ibu kita akan banyak membawa manfaat positif buat kita, hanya saja, seperti mempelajari hal lainnya, kita sering kekurangan motivasi untuk melakukannya. Dengan tulisan ini, semoga dapat memberikan semangat dan motivasi untuk belajar bahasa asing.

"When your heart is in your dreams, no request is too extreme." -Jiminy Cricket

Menjadikan kita lebih bijak
Dalam melihat sesuatu kita memiliki sudut pandang sendiri-sendiri, tergantung dimana posisi kita dan bagaimana kita melihatnya. Semakin banyak perspektif yang kita miliki, maka akan semakin utuh pula bentuk yang kita lihat, semakin banyak informasi yang kita peroleh. Dengan demikian maka semakin baik pula keputusan, sikap atau pilihan yang kita ambil. Dan dengan pilihan yang lebih baik itu kita telah menjadikan diri kita lebih bijak.  

Ketika kita mempelajari satu bahasa baru, maka kita akan mengenal struktur yang baru, gramatiknya, cara pengucapan yang baru, penekanan-penekanannya dan mengapa demikian. Misalnya, mengapa dalam bahasa Cina, satu kata "ma" dapat memiliki arti yang berbeda hanya karena penekanan dalam pengucapannya saja. Kita akan dapatkan itu semua saat kita mempelajari bahasa baru, yaitu cara pikir, paradigma yang dilihat dari posisi bahasa itu.

Di minggu-minggu awal saya di kelas bahasa Cina, hampir selalu semua mahasiswa tertawa lucu saat mendengar rekaman dialog dalam bahasa Cina dan satu-satunya yang tidak tertawa hanya Sang Guru. Hal ini terjadi karena pada mulanya semua belum bisa melihat dari posisi orang Cina.

Bersyukurlah, jika Anda dapat melihat dengan lebih dari satu perspektif, karena tidak semua orang dapat melakukannya. Dan pelajarilah bahasa baru, dengan begitu Anda akan selalu bersyukur, karena telah memiliki banyak perspektif dan pemahaman lebih.

Menjadikan kita lebih cerdas
Tentu seiring dengan bertambahnya ragam bahasa yang kita kuasai, maka akan lebih banyak sumber-sumber, literatur, bacaan maupun audio-visual yang dapat kita cerna dan pahami. Sumber informasi kita menjadi lebih luas. Dengan demikian kita menjadi lebih banyak tahu, lebih cerdas beberapa langkah dari orang kebanyakan. Yang sebelumnya saya hanya bisa membaca dari buku-buku berbahasa Indonesia, Jerman atau Inggris, sekarang saya bisa mulai memahami karya-karya filosofi legendaris dari Cina, saya bisa mulai mengerti tulisan-tulisan Sun Tzu dalam  kitabnya "Art of The War" melalui perspektif yang lebih luas, saya merasa lebih leluasa dalam memahami paradigma-nya seorang  Lao Tzu maupun Confucius.

Atau kekaguman teman-teman yang mempelajari teknik mesin di Jerman karena mereka bisa mengetahui banyak sumber informasi langsung dalam bahasa Jerman yang tidak pernah tersedia dalam bahasa Inggris.

Sebagaimana Jerman dan Jepang yang memproteksi ilmu mereka dengan bahasa mereka sendiri, saya yakin setiap negeri lain juga memiliki hal yang sama, yakni sesuatu yang diproteksi dengan bahasa asalnya.

Memiliki lebih banyak teman
Di sisi yang lain kita akan memperoleh banyak teman baru. Saat kita mau membuka diri untuk mempelajari bahasa baru, di saat yang sama kita akan bertemu banyak orang yang juga telah membuka diri mereka. Lepas dari apa motif mereka mau mempelajari bahasa baru, mereka adalah orang-orang yang siap mempelajari hal baru, hal yang berbeda dengan mereka, budaya baru, dunia baru, realitas sosial baru. Bukan hanya sekedar siap dimengerti, melainkan mereka siap untuk mengerti. Dan tentunya mereka siap berteman dengan kita.

"They are open-minded, friendly and ready to understand us and be our friend."

Rezeki dan kesempatan yang lebih luas
Tidak bisa dipungkiri, mereka yang memiliki kemampuan bahasa asing lebih banyak, maka mereka memiliki peluang lebih besar. Mereka memiliki kesempatan lebih luas berkarir di banyak perusahaan asing yang bahasanya mereka kuasai. Atau bagi seorang Entrepreneur juga akan membuat semakin luas peluang dan ekspansi bisnisnya. Dan tidak hanya terbatas pada satu negeri, tapi banyak negeri lain yang bahasanya kita kuasai, kita dapat jelajahi.

Dengan bahasa baru, Anda sudah menjadi lebih bijak, lebih cerdas dan memiliki lebih banyak teman (networking), maka yakinlah, bahwa pintu-pintu rezeki pun akan semakin banyak tersedia untuk Anda.


Kalau tidak dipakai akan lupa
Ya, mungkin kalimat di atas ada benarnya. Tapi bukan berarti kemudian menjadi alasan untuk tidak mempelajari bahasa baru. Lihatlah dari arah (perspektif) yang lain, jangan jadikan hal itu sebagai batu penghalang, melainkan batu loncatan. Hari ini, dimana teknologi adalah keseharian, kita dapat selalu berkomunikasi dengan siapapun di belahan bumi manapun. Jadikan kalimat itu sebagi motivasi untuk terus belajar, berkomunikasi, bersilaturahmi dan bersahabat dengan manusia di belahan bumi yang lain. :)


Komunikasi adalah kuncinya
Bahasa adalah pintu. Dan untuk memperoleh semua poin positif diatas kita perlu membuka pintu tersebut. Untuk membukanya perlu kemauan dan kunci. Kuncinya adalah komunikasi. Kita tidak akan mungkin bisa menguasai sebuah bahasa kalau kita tidak berkomunikasi. Kita juga tidak akan mungkin memperoleh poin-poin di atas kalau kita tidak berkomunikasi. Bahkan dengan bahasa ibu sendiri pun, tanpa komunikasi kita tidak akan memperoleh nilai yang ada di balik pintu tersebut, hanya akan terisolasi, tertutupnya pintu-pintu.

Tuhan menciptakan kita di bumi ini berbeda-beda, tidak lain tujuannya adalah agar kita saling mengenal. Mari kita kenali, jalin tali silaturahmi. Kalau ada kebaikan yang ingin kita tularkan pada lingkungan kita, negeri kita, bumi kita, umat manusia, maka kuncinya adalah komunikasi. Berkomunikasi, connect to a new culture, new world.
Bahasa baru, dunia baru!


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Wednesday, 11 August 2010 18:30
 

Info Semarak Ramadhan di Frankfurt & sekitarnya

Inspirasi

Doa, Senyum dan Kemenangan
Bersihkan diri dan hati. Mendekat dan berdoalah, sambil te...
Kunci
Segala sesuatu ada kuncinya untuk bisa dibuka. Wudhu adalah ...
Solusi
Andai kesusahan adalah hujan, dan kesenangan adalah mataha...

Opini

Jakarta, Tempat Berkarir Paling Beresiko Kedua di Dunia
Indonesia, negeri yang termasuk negara yang paling terpengaruhi oleh korupsi di dun...
Genteng Bocor
Suatu sore di sebuah rumah, tinggal empat mahasiswa yang baru saja diterima di sala...

Nasihat

Bungkus Godaan Setan
ثَوْبُ إِغْرَاءِ الشَّيْطَانِ Bungkus Godaan Seta...
Refleksi Pertama
Keberhasilan nampak bagaimana orang bisa menyingkap rahasia kehidupan. Sangat manus...

More blog posts

Renungan Indah
Seringkali aku berkata,ketika semua orang memuji milikku,Bahwa sesungguhnya inihanyal...
Rumah Bahagia
Ini kisah tentang sebuah cerita,yang mungkin cuma sebuah mimpi.Cerita sebuah rumah ba...

Who's Online

We have 361 guests online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter