|
Sedekah adalah tanda dekatnya ia kepada Sang Maha Kaya. Karena ia merasa cukup. Karena kedekatannya itu segala kebutuhannya dijamin oleh Sang Maha Kaya. Orang bisa mendapat rezeki, tapi tidak dapat uang, orang bisa dapat uang tapi tidak dapat rezeki, orang dapat mengeluarkan uang, lalu ia dapat rezeki.
Sedekah itu seperti satu benih menumbuhkan tujuh cabang, setiap cabang memiliki seratus ranting, 7 x 100 = 700, bayangkan sebuah pohon dengan 700 ranting, berapa daunnya? berapa buahnya? berapa banyak bunganya, lalu menjadi bibit lagi, terus berkembang dan berkembang. Tapi syaratnya, yang ditanam adalah bibit unggul, yaitu rezeki paling halal, pencaharian kita yang paling halal. Kedua, ditanam di tempat paling subur, yang paling berhak menerimanya, yang pertama dari keluarga kita yang fakir miskin, kepada orang yang bekerja kepada kita, kepada tetangga kita yang fakir miskin, kepada ahli ibadah, pada orang yang shalat tiap malam. (Bagaimana mungkin ia shalat malam, tapi tida pernah bangun malam, itu mungkin karena ia bersedekah kepada ahli ibadah). Setelah itu kita rawat, kita jaga dari hama, dari hama riya, dari hama ujub, dari hama tidak ikhlas. Ketika kita berinfaq sembunyi sembunyi, lalu syetan datang, bangga diri, "Aku yang bersedekah sembunyi-sembunyi", itu cukup untuk menggugurkan nilai sedekah kita.
Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada para hamba, yang satu berdoa, "Wahai Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menyedekahkan hartanya" dan malaikat yang lain berdoa, "Wahai Allah, binasakanlah harta orang yang kikir". -H.R. Bukhari & Muslim
--
“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (An-Nisaa: 78)
Wallahu'alam. Semoga bermanfaat.
--
Artikel terkait: Manfaat sedekah
|