You are here:   Start Lembar Puisi Anak Manusia
Anak Manusia PDF Print E-mail
Written by Tito Prabowo   
Friday, 23 March 2007 23:08

Bocah

Kisah tentang anak manusia,
dibuai angin dunia,
perlahan menjauhi garis takdirnya,
mimpi ayah bundanya.

Dipuji dan dipuja, seakan hidup adalah surga.

Sungguh,
ia sadar akan lakunya, namun begitu nikmat untuk diacuhkan.
Ia paham nikmatnya sementara, tapi esok masih pun ada.

Aku,
tersenyum untuknya.
Biar ia nikmati hari - harinya,
walau esok,
senja pasti kan menjelang.

Aku tahu,
aku bisa sepertinya,
bahkan kadang aku ingin layaknya dia.

Tapi,
jalan ini terlalu pendek,
sedang di seberang sana,
terlalu lah abadi untuk kembali.

Terima kasih Rahiim... terima kasih.
Karena aku masih di sini,
di garis takdirku.


--
Terhenyak dalam dinginnya malam kota Darmstadt


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Friday, 15 January 2010 21:10
 

Inspirasi

Kunci
Segala sesuatu ada kuncinya untuk bisa dibuka. Wudhu adalah ...
Solusi
Andai kesusahan adalah hujan, dan kesenangan adalah mataha...
Inspirasi Gerak
Pemuda, tidak pernah menutup mulutnya karena ketakutan. Pemu...

Opini

Jakarta, Tempat Berkarir Paling Beresiko Kedua di Dunia
Indonesia, negeri yang termasuk negara yang paling terpengaruhi oleh korupsi di dun...
Genteng Bocor
Suatu sore di sebuah rumah, tinggal empat mahasiswa yang baru saja diterima di sala...

Nasihat

Tiga Nasihat Yang Tiga
Tiga perkara yang selalu menyelamatkan: Takut kepada Allah lahir batin. Hemat saa...
Sedekah
Sedekah adalah tanda dekatnya ia kepada Sang Maha Kaya. Karena ia merasa cukup. Karen...

More blog posts

Renungan Indah
Seringkali aku berkata,ketika semua orang memuji milikku,Bahwa sesungguhnya inihanyal...
Rumah Bahagia
Ini kisah tentang sebuah cerita,yang mungkin cuma sebuah mimpi.Cerita sebuah rumah ba...

Who's Online

We have 11 guests online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter